Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Monday, February 7, 2011
cegah kecacatan akibat kusta
JAKARTA, KOMPAS.com - Cacat kusta sering dialami oleh pasien
kusta yang terlambat
ditemukan dan pengobatan
yang tidak tuntas. Oleh
karena itu, petugas
kesehatan diminta mendeteksi kusta sedini
mungkin untuk mencegah
kecacatan. Hal tersebut disampaikan
oleh Prof.dr. Tjandra Yoga
Aditama, Direktur Jenderal
Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan
(P2PL) Kementerian Kesehatan saat
membacakan sambutan
Menteri Kesehatan dalam
pencanangan Tahun
Pencegahan Cacat Akibat
Kusta di Jakarta (28/1/2011). Penyakit kusta adalah
penyakit menular, menahun
yang disebabkan oleh
kuman kusta
(mycrobacterium leprae)
yang menyerang kulit, saraf tepi dan jaringan tubuh
lainnya. Bila tidak
terdiagnosis secara dini bisa
menimbulkan kecacatan
tetap. Tidak semua orang yang
kontak dengan penderita
kusta langsung tertular.
Secara statistik hanya 5
persen saja yang akan
tertular dan 3 persen diantaranya akan sembuh
sendiri. "Kusta adalah penyakit
menular yang sulit
menular," kata Tjandra. Saat ini, terdapat 10,5 persen
penderita cacat tingkat II
dan 80 persennya adalah
kasus kusta basah. Cacat
tingkat II ditandai dengan
jari-jari keriting dan memendek, lunglai, serta
kelopak mata tidak bisa
menutup bahkan buta. Gejala awal penyakit kusta
berupa bercak putih seperti
panu atau bercak
kemerahan yang mati rasa,
tidak gatal dan tidak sakit
sehingga penderita tidak merasa terganggu. "Masyarakat harus lebih
peduli untuk memeriksakan
diri jika muncul gejala.
Apalagi pemerintah
menjamin pengobatan
kusta secara cuma-cuma," kata Tjandra. Kecacatan pada pasien kusta
akan membuat seseorang
tergantung secara fisik dan
finansial sehingga seseorang
akan menjadi miskin,
imbuhnya.
Sumber: kompas.com
tanda-tanda & gejala penyakit kusta
Adanya bercak tipis seperti
panu pada badan/tubuh
manusia. Pada bercak putih ini
pertamanya hanya sedikit,
tetapi lama-lama semakin
melebar dan banyak. Adanya pelebaran syaraf
terutama pada syaraf ulnaris,
medianus, aulicularis magnus
serta peroneus. Kelenjar keringat kurang
kerja sehingga kulit menjadi
tipis dan mengkilat. Adanya bintil-bintil
kemerahan (leproma, nodul)
yang tersebar pada kulit. Alis rambut rontok. Muka berbenjol-benjol dan
tegang yang disebut facies
leomina (muka singa). Gejala-gejala umum pada
kusta / lepra, reaksi : Panas dari derajat yang
rendah sampai dengan
menggigil. Noreksia. Nausea, kadang-kadang
disertai vomitus. Cephalgia. Kadang-kadang disertai iritasi,
Orchitis dan Pleuritis. Kadang-kadang disertai
dengan Nephrosia, Nepritis
dan hepatospleenomegali. Neuritis. Penyebab Penyakit Kusta Penyebab kusta adalah kuman
mycobacterium leprae.
Dimana microbacterium ini
adalah kuman aerob, tidak
membentuk spora, berbentuk
batang, dikelilingi oleh membran sel lilin yang
merupakan ciri dari spesies
Mycobacterium, berukuran
panjang 1 – 8 micro, lebar 0,2 – 0,5 micro biasanya
berkelompok dan ada yang
tersebar satu-satu, hidup
dalam sel dan bersifat tahan
asam (BTA) atau gram positif,
tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan
terhadap dekolorisasi oleh
asam atau alkohol sehingga
oleh karena itu dinamakan
sebagai basil “tahan asam ”. Selain banyak membentuk
safrifit, terdapat juga
golongan organisme patogen
(misalnya Mycrobacterium
tuberculosis, Mycrobakterium
leprae) yang menyebabkan penyakit menahun dengan
menimbulkan lesi jenis
granuloma infeksion.
Mycobacterium leprae belum
dapat dikultur pada
laboratorium. Kuman Mycobacterium Leprae
menular kepada manusia
melalui kontak langsung
dengan penderita dan melalui
pernapasan, kemudian kuman
membelah dalam jangka 14-21 hari dengan masa inkubasi
rata-rata dua hingga lima
tahun. Setelah lima tahun,
tandatanda seseorang
menderita penyakit kusta
mulai muncul antara lain, kulit mengalami bercak putih,
merah, rasa kesemutan bagian
anggota tubuh hingga tidak
berfungsi sebagaimana
mestinya
sekilas mengenal penyakit kusta
Istilah kusta berasal dari
bahasa Sansekerta, yakni
kushtha berarti kumpulan
gejala-gejala kulit secara
umum. Penyakit kusta atau
lepra disebut juga Morbus Hansen, sesuai dengan nama
yang menemukan kuman
yaitu Dr. Gerhard Armauwer
Hansen pada tahun 1874
sehingga penyakit ini disebut
Morbus Hansen. Penyakit Hansen adalah
sebuah penyakit infeksi
kronis yang disebabkan oleh
bakteri Mycobacterium leprae.
Penyakit ini adalah tipe
penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari
saluran pernapasan atas; dan
lesi pada kulit adalah tanda
yang bisa diamati dari luar.
Bila tidak ditangani, kusta
dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan
pada kulit, saraf-saraf,
anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang
beredar di masyarakat, kusta
tidak menyebabkan pelepasan
anggota tubuh yang begitu
mudah, seperti pada penyakit
tzaraath yang digambarkan dan sering disamakan dengan
kusta. Kusta merupakan penyakit
menahun yang menyerang
syaraf tepi, kulit dan organ
tubuh manusia yang dalam
jangka panjang
mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita
tidak dapat berfungsi
sebagaimana mestinya.
Meskipun infeksius, tetapi
derajat infektivitasnya
rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa
tahun, dan tampaknya
kebanyakan pasien
mendapatkan infeksi
sewaktu masa kanak-kanak. Tanda-tanda seseorang
menderita penyakit kusta
antara lain, kulit mengalami
bercak putih, merah, ada
bagian tubuh tidak
berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau
bagian raut muka, dan mati
rasa karena kerusakan syaraf
tepi. Gejalanya memang tidak
selalu tampak. Justru
sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang
menderita luka tak kunjung
sembuh dalam jangka waktu
lama. Juga bila luka ditekan
dengan jari tidak terasa sakit. Kelompok yang berisiko
tinggi terkena kusta adalah
yang tinggal di daerah
endemik dengan kondisi yang
buruk seperti tempat tidur
yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang
buruk, dan adanya
penyertaan penyakit lain
seperti HIV yang dapat
menekan sistem imun. Pria
memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari
wanita. Kusta tipe Pausi Bacillary atau
disebut juga kusta kering
adalah bilamana ada bercak
keputihan seperti panu dan
mati rasa atau kurang merasa,
permukaan bercak kering dan kasar serta tidak berkeringat,
tidak tumbuh rambut/bulu,
bercak pada kulit antara 1-5
tempat. Ada kerusakan saraf
tepi pada satu tempat, hasil
pemeriksaan bakteriologis negatif (-), Tipe kusta ini tidak
menular. Sedangkan Kusta tipe Multi
Bacillary atau disebut juga
kusta basah adalah bilamana
bercak putih kemerahan yang
tersebar satu-satu atau merata
diseluruh kulit badan, terjadi penebalan dan pembengkakan
pada bercak, bercak pada kulit
lebih dari 5 tempat, kerusakan
banyak saraf tepi dan hasil
pemeriksaan bakteriologi
positif (+). Tipe seperti ini sangat mudah menular.
Subscribe to:
Posts (Atom)